Setiap tahunnya, Academy Awards melakukan kurasi terhadap ratusan sinema dari seluruh dunia. Mereka punya kredibilitas, pengalaman, dan sumber daya yang luar biasa hebat untuk menentukan mana-mana saja yang layak menyandang predikat Best Picture. Lain halnya dengan saya, yang menilai sinema berdasarkan pengalaman, perasaan, dan segala aspek subjektif yang menyertainya. Setidaknya, artikel ini akan memuat sejumlah film yang agaknya meninggalkan jejak permanen dalam pikiran saya.
Everything Everywhere All At Once
Kalau kamu merasa konsep multiverse pada semesta Marvel adalah yang terbaik, kamu tidak akan percaya tentang apa yang terjadi pada film ini.
Film ini bercerita tentang Evelyn, seorang perempuan yang mengelola bisnis binatu kecil. Hidupnya membosankan, bisnisnya terancam, dan anaknya membangkang. Saat menjalani audit di kantor pajak, suaminya dari alam semesta lain muncul, memperingatkan bahwa Evelyn harus menghentikan ancaman yang bisa menghancurkan banyak semesta. Evelyn akhirnya belajar melintasi realitas. Ia memakai kemampuan dari berbagai versi dirinya, bertarung melawan musuh yang ternyata dekat dengan hidupnya.
Sebenarnya konflik utama dari film ini sangat sederhana, hanya dinamika keluarga asia yang penuh rasa canggung. Meski begitu, Evelyn berhasil membawa penonton dalam petualangan multi semesta yang berantakan, kacau, namun indah secara visual dan dalam secara emosional.
Singkat cerita, kita bisa melihat betapa rapuh sebenarnya sosok Jobu Tupaki, sang ancaman multi semesta. Kita juga bisa ikut merasakan dinamika yang terjadi pada sosok Evelyn, setelah menyaksikan begitu banyak probabilitas yang terjadi pada hidupnya di berbagai semesta. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah sosok Waymond, suami dari Evelyn. Di akhir cerita, kita dapat melihat bagaimana Waymond, di seluruh semesta, dalam setiap probabilitas yang tercipta, tetap mencintai Evelyn dengan sederhana. Waymond digambarkan dengan begitu tulus, ceria, dan terkadang romantis. Dengan baris kalimat singkat yang hingga kini membekas di benak saya,
"In another life, I would have really liked just doing laundry and taxes with you"