The Metamorphosis

assets/the-metamorphosis-hero.jpg

Dalam kerangka sosial, nilai seseorang kerap ditentukan oleh manfaat yang bisa ia berikan pada sekitarnya. Namun, bagaimana jika seseorang kehilangan kuasa atas tubuhnya, kehilangan daya untuk memberi manfaat dan kontribusi? Apakah relasi sosial yang selama ini terjalin akan tetap sama, atau perlahan berbalik arah?

The Metamorphosis merupakan novela surealis karya Franz Kafka. Diterbitkan pada tahun 1915, buku ini menceritakan Gregor Samsa yang mendapati dirinya pada suatu pagi, berubah menjadi serangga dengan alasan yang sepenuhnya tidak diketahui.

Alih-alih menjelaskan transformasi yang dialami Gregor, Kafka lebih tertarik untuk menyoroti bagaimana perubahan tersebut memengaruhi relasi dan status Gregor dalam hierarki keluarga. Terbagi dalam tiga bab, buku ini mengikuti perjalanan Gregor ketika identitasnya perlahan dihapus oleh keluarganya sendiri.

Part 1

Pagi itu, Gregor bangun dalam wujud serangga raksasa, dengan punggungnya yang mengeras dan sejumlah kaki kecilnya yang bergerak liar di luar kendali. Gregor menyadari bahwa ia bukan lagi manusia, ironis, satu-satunya hal yang ia takutkan adalah terlambat ke tempat kerja.

Jam beker yang terus berdering menjadi tekanan yang tak bisa dihindari. Setiap detik yang berlalu adalah bukti kegagalannya sebagai tulang punggung keluarga. Tidak ada ruang bagi Gregor untuk memahami tubuh barunya. Di balik pintu kamar, keluarganya memohon agar Gregor segera bekerja. Bagi Gregor dan keluarganya, terlambat masuk kerja adalah tragedi yang lebih nyata daripada hilangnya kemanusiaan itu sendiri.

Belum selesai dengan semua itu, Chief Clerk, manajer di tempat Gregor bekerja, datang ke rumah. Dia datang semata-mata untuk mempertanyakan Gregor, yang sepanjang karirnya tidak pernah absen sekalipun. Chief Clerk adalah manifestasi dari otoritas yang menabrak ruang pribadi. Baginya, pekerja tak lebih dari sekadar mesin produksi yang tidak boleh rusak, bahkan hanya untuk satu hari.

Mesin yang rusak kerap menimbulkan suara yang mengganggu, bahkan membingungkan. Seperti halnya Gregor yang berteriak dari dalam kamar, memohon agar atasannya bersabar dan memberinya sedikit waktu. Dari balik pintu, Gregor berkata:

"I’ll open up immediately, just a moment. I’m slightly unwell, an attack of dizziness… It’s shocking, what can suddenly happen to a person!...”

Sungguh, Chief Clerk tidak dapat memahami sepatah kata pun yang Gregor sampaikan. Di balik pintu, monolog Gregor terdengar seperti suara decit tak bermakna. Haknya untuk bicara telah hilang, bersamaan dengan suaranya yang berubah menjadi suara binatang.

Part 2

Part 3

Belum Selesai...